Rabu, 21 September 2016

1.      LATAR BELAKANG


Mulai tahun pelajaran 2013/2014 , Pemerintah telah memberlakukan kurkulum baru yang dikenal dengan nama Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi yang menekankan pada pelajaran berbasis aktivitas. Hal ini berimikasi bahwa penilaian merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses pembelajaran. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan untuk memperoleh data dan informasi tentang proses dan hasil belajar peserta didik. Penilaian juga di gunakan untuk mengumpulkan data dan informasi tentang kekuatan dan kelemahan dan proses pembelajaran sehingga di jadikan dasar untuk pengambilan keputusan dan perbaikan proses pembelajaran.

Dalam pelaksanaannya , kegiatan penilaian proses ( Formatif) dan hasil belajar ( sumatif) berdasarkan kurikulum 2013 pada tingkat SD sebagai pendidik (guru) merasakan penilaian sebagai beban terutama dala hal melakukan teknik dan prosedur, pengolahan dan pelaporan hasil penilaian.
Hal-hal yang diperhatikan pendidik agar penilaian lebih bermakna dan implemmentatif dalam merencanakan, melaksanakan, mengolah, melaporkan hasil penelitian adalah sebagai berikut.
1.      Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.
2.      Penilaian menggunakan acuan Kriteria, yaitu penilaian didasaka pada ukuran pencapaian yang di tetapkan.
3.      Sistem penilaian di rencanakan sesuai dengan prinsip-prinsip penilaian , sehingga hasil penilaian dapat digunakan untuk
a.       Mengetahui pencapaian Kompetensi Peserta Didik
b.      Bahan Penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan
c.       Memperbaiki proses pembelajaran
4.      Hasil penilaian di analisis untuk menentukan tindak lanjut, beupa perbaiakan proses pembelajaran , program remedial bagi peserta didik yang pencapaian kompetesi di bawah ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi ketuntasan.
5.      Sistem penilaian tepadu dimana penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran sehingga harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang di tempuh dalam proses pembelajaran.




2.      PERMASALAHAN

Untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan peserta didik terkait penilaian sikap (afektif) dan penilaian keterampilan (psikootorik) , maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :

1.      Apa langkah-langkah yang dilakukan guru dalam merencanakan penilian sikap (afektif) ?
2.      Apa langkah-langkah yang dilakukan guru dalam melaksanakan penilaian sikap(afektif)
3.      Apa langkah-langkah yang dilakuakan guru dalam mengolah penilaian sikap(afektif)
4.      Apa langkahlangkah yang dilakukan guru dalam merencanakan penilaian keterampilan (psikomotorik)
5.      Apa langkah-langkah yang dilakukan guru dalam melaksanakan penilaian keterampilan (psikomotorik)
6.      Apa langkah-langkah yang dilakukan guru dalam mengolah penilaian keteampilan (psikomotorik)




3.      PEMBAHASAN

1.      Penilaian Sikap
Penilaian sikap merupakan penilaian terhadap perilaku peserta didik dalam proses pembelajaran kegiatan kulikuler maupun eksrtakulikuler, yang meliputi sikap spiritual dan sosial.
Penilain sikap memiliki karakteristik yang berbeda dari penilaian keterampilan , sehingga teknik penilaian yang digunakan juga berbeda. Dalam hal ini,penilaian sikap lebih di tujukan untuk membina perilaku sesuai budi pekerti dalam rangka pembentukan karakter peserta didik sesuai dengan proses pembelajaran
Penilaian sikap di sekolah dasar dilakukan oleh guru kelas, guru muatan pelajaran agama , PJOK, dan Pembina ekstrakulikuler. Teknik penilaian yang digunakan meliputi : Observasi, wawancara,catatan anekdot (anecdotal record),catatan kejadian tetentu (incidental record) sebagai unsure penilaian utama. Sedangkan teknik penilaian diri dan penilaian antar-teman dapat dilakukan dalam rangka pembinaan dan pembentukan karakter peserta didik , sehingga hasilnya dapat dijadikan sebagai salah satu alat konfirmasi dan hasil penilaian 

Dalam penilaian sikap , diasumsikan setiap peserta didik memiliki karakter dan perilaku yang baik, dan sesuai dengan indikato yang diharapkan. Perilaku menononjol ( sangat baik/kurang baik) yang dijumpai selama proses pembelajaran di masukan kedalam catatan pendidikan. Selanjutnya untuk menambah informasi, guru kelas mengumpulkan data dari hasil penilaian sikap yang dilakukan oleh guru muatan pelajaran lainnya, kemudian menghukum menjadi deskripsi ( bukan angka atau skala)

1.1 Perencanaan
Perencanaan penilaian sikap dilakukan berdasarkan KI-1 dan KI-2. Guru merencanakan dan menetapkan sikap yang akan di nilai dalam pembelajaran sesuai dengan kegiatan pembelajaran. Pada penilaian sikap di luar pembelajaran guru dapat mengamati sikap lain yang muncul secara natural.
Langkah-langkah perencanaan penilaian sikap adaah sebagai berikut :
1.      Menentukan sikap yang akan di kembangkan di sekolah mengacu pada KI-1 dan KI -2
2.      Menentukan indikato sesuai dengan kompensasi sikap yang akan di kemangkan, Contoh , Sikap pada KI-1 dan indicator-indikatornya yang dapat di kembangkan sebagai berikut :
a.       Ketaatan Beribadah
§  Perilaku atih dalam melaksanakan ajaran agama yang di anutnya
§  Mau mengajak teman seagamanya untuk melakukan ibadah bersama
§  Mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan sekolah
§  Melaksanakan ibadah sesuai ajaran agama, Misalnya : sholat,puasa
§  Merayakan hari besar agama,
§  Melaksanakan ibadah tepat waktu
b.      Berprilaku bersyukur
§  Perilaku menerima perbedaan karakteristik sebagai anugrah tuhan,
§  Selalu menerima penugasan dengan sikap terbuka
§  Bersyukur atas pemberian orang lain
§  Megakui kebebasan tuhan dalam menciptakan semesta
§  Menjaga kelestarian alam, tidak merusak tanaman
§  Tidak mengeluh
§  Selalu merasa gembira dalam segala hal,
c.       Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan
§  Perilaku yang menunjukan selalu berdoa sebelum atau sesudah melakukan tugas atau pekerjaan
§  Berdoa sebelum makan
§  Berdoa ketika pelajaran selesai
§  Mengajak teman berdoa saat memulai kegiatan
§  Mengingatkan teman untuk selalu berdoa
d.      Toleransi dalam beribadah
§  Tindakan yang menghargai perbedaaan dalam beribadah,
§  Menghormati teman yang berbeda agama,
§  Berteman tanpa membedakan agama,
§  Tidak menggangu teman yang sedang beribadah,
§  Menghormati hari besar keagamaan lain,
§  Tidak menjelekan ajaran agama lain
Contoh sikap KI-1 dan indicator-indikatornya yang data dikembangkan sebagai berikut :
a.       Jujur
§  Tidak mau berbohong atau menyontek
§  Mengerjakan sendiri tugas yang di berikan guru, tanpa menjiplak tugas orang lain,
§  Mengerjakan soal penilaian tanpa menyontek
§  Mengatakan yang sesungguhnya apa yang terjadi ataunyang di alami dalam kehidupan sehari-hari
§  Mau mengakui kesalahan dan kekeliruan
§  Mengembalikan barang yang di pinjam atau di temukan
§  Mengemuka kan pendapat sesuai dengan apa yang di yakini , walaupun berbeda dengan pendapat teman.
b.      Disiplin
§  Mengikuti peraturan yang ada di sekolah
§  Tetib dalam melaks peserta didikan tugas,
§  Hadir di sekolah tepat waktu
§  Masuk kelas tepat waktu
§  Memakai pakaian seragam lengkap dan rapi
§  Tertib menaati peraturan sekolah
§  Melaksanakan piket kebersihan kelas
§  Mengumpulkan tugas / pekerjaan rumah tepat waktu
§  Mengerjak tugas / pekerjan rumah dengan baik,
§  Membagi waktu belajar dan bermain dengan baik
§  Mengambil dan mengebalikan peralatan belajarr pada tempatnya
§  Tidak pernah terlambat masuk kelas
c.       Tanggung jawab
§  Menyelesaikan tugas yang di berikan
§  Mengakui kesalahan
§  Mlaksanakan tugas yang menjadi kewajiban di kelas seperti piket kebersihan
§  Melaksanakan peraturan sekolah dengan baik
§  Mengerjakan tugas/ pekerjaan rumah tepat waktu
§  Mengakui kesalahan, tidak melemparkan kesalahan kepada teman
§  Berpartisipasi dalam kegiatan sosial di sekolah
§  Menunjukan prakarsa untuk mengatasi masalah dengan kelompok dikelas/di sekolah,
§  Membuat laporan setelah selesai melakukan kegiatan
d.      Santun
§  Menghormati orang lain dan menghormati cara bicara yang tepat
§  Menghormati guru,pegawai sekolah , penjaga kebun , dan orang yang lebih tua,
§  Berbicara atau bertutur kata halus tidak kasar
§  Berpakaian rapid an pantas
§  Dapat mengendalikan emosi dalam menghadapi masalah , tidak marah-marah
§  Mengucapkan salam ketika bertemu guru, teman dan orang-orang disekolah
§  Menunjukan wajah ramah , bersahabat dan tidak cemberut
§  Mengucapkan terima kasih apabila menerima bantuan dalam bentuk jasa atau barang dari orang lain
e.       Peduli
§  Ingin tahu da ingin membantu teman yang kesulitan dalam pembelajaran, perhatian kepada orang lain
§  Berpartisipasi dalam kegiatan sosial di sekolah , missal : mengumpulkan sumbangan untuk membantu yang sakit dan kemalangan,
§  Meminjamkan alat kepada teman yang tidak membawa/memiliki,
§  Menolong teman yang mengalami kesulitan
§  Menjaga ke asrian, keindahan dan kebersihan lingkungan sekolah
§  Melerai teman yang sedang berselisih (bertengka)
§  Menjegunguk teman atau guru yang sedang sakit
f.       Percaya diri
§  Berani tampil di depan kelas
§  Berani mengemukan pendapat
§  Berani mencoba hal baru
§  Mengemukan pendapat terhadap suatu topic atau masalah
§  Mengajukan diri menjadi ketua kelas atau pengurus kelas lainnya
§  Mengajukan diri untuk mengerjakan tugas atau soal di papan tulis,
§  Mencoba hal-hal baru yang bermanfaat
§  Mengungkapkan kritikan yang membangun terhadap karya orang lain,
3.      Merancang kegiatan pembelajaran yang dapat memunculkan sikap yang  telah di tentukan
               Karna KI-1 dan KI-2 bukan merupakan hasil pembelajaran langsung, maka perlu merancang pembelajaran sesuai dengan tema dan sub tema serta KD dari KI-3 dan KI-4. Dalam pembelajaran , memungkinkan munculnya sikap yang dapat di kmbangkan dalam pembelajaran.hal ini di maksudkan bahwa penilaian sikap merupakan pembinaan perilaku sesuai budi pekerti dalam rangka pembentukan karakter siswa.setelah menentukan langkah-langkah perencanaan, guru menyiapkan format pengamatan yang digunakan berupa lembar observasi atau jurnal. Indicator yang telah dirumuskan di gunakan sebagai acuan guru dalam lembar observasi atau jurnal.

a.       Observasi

               Instrument yang digunakan adalah format observasi yang berupa matriks yang harus di isi oleh guru berdasarkan hasil pengamatan dari perilaku peserta didik dalam satu semester

Table 3.1 1.a Contoh Lembar Observasi

Nama                                      :
Kelas                                       :
Pelaksaanaan pengamatan   :



Aspek yang di amati
Tanggal                      Catatan guru
1


2


3


4




                        Table lembar onservasi
Pelaksaan pengamatan di isi kegiatan saat pembelajaran dan di luar pembelajaran. Hasil observasi di hukum dala format jurnal perkembangan sikap.

            Tabel 3.1 b, Contoh Format Jurnal Perkembangan sikap
No
Tanggal
Nama Peserta
didik
Catatan
perilaku
Butir sikap
1




2




3








                        Table Format Jurnal Perkembangan Sikap
Selain observasi (afejtif) di sesuaikan dengan pendekatan pembelajaran yang di lakukan pada saat pembelajaran dan di luar pembelajaran. Adapun langkah-langkah pelaksanaan penilaian sikap (afektif) sebagai berikut :
1)      Mengamati perilaku peserta didik pada saat pembelajaran dan di luar pembelajaran
 Pada saat pembelajaran belangsung siswa melaksanaakan diskusi, kerja kelompok, Tanya jawab , guru dapat melakukan penilaian aspek sikap sesuai dengan sikap yamg muncul dari pembelajaran tersebut. Instrument yang digunakan lembar pengamatan di susuaikan dengan pendekatan pembelajaran dan sikap yang di nilai. Di luar pembelajaran, penilaian sikap di lakukan melalui observasi siswa saat istirahat, di perpustakaan , kantidan sebagainya selama masig dalam jam belajar di sekolah

2)      Mencatat perilaku-perilaku peserta didik denan menggunakan lembar observasi.
Peserta didik yang menunjukan seikap menonkol baik positif maupun negative di rangkum dalam jurnal oleh guru dalam satu semester. Guru kelas menggunakan satu lembar observasi untuk satu kelas yang menjadi tanggung jawabnya, sedangkan guru muatan pelajaran mneggunakan satu lembar observasi untuk setiap kelas yang di ajarnya.
3)      Menindaklajuti hasil pengamatan
Hasil pengamatan dan catatan guru tentang aspek peserta didik di bahas oleh seluruh guru minimal dua kali dalam satu semester. Pembahasan tersebut untuk menindaklanjuti hasil penilaian sikap peserta didik. Pada dasarnya setiap peserta didik di asumsikan berperilaku baik, namun hasil penilaian lebih di tekankan pada peningkatan dan ada pula yang mengalamipenurunan terhadpa sikap peserta didik.
Sebagai tindak lanjut bagi peserta didik mengalami peningkatan, perlu di berikan suatu penghargaan baik secara verbal maupun non verbal, sedangkan untuk peserta didik yang mengalami penurunan sikap perlu di berikan progam pembinaan dan motivasi.

Nama sekolah        : SD bagimu Negeri
Kelas/semester       : I/Semester 1
Tahun pelajaran     : 2014/2015
NO
WAKTU
NAMA PESRTA
DIDIK
CATATAN
PERILAKU
BUTA SIKAP
1
21/07/14
ARORA


LUKITO
Selalu mengajak teman
Seagama untuk beribadah
Mengucapkan terima kasih
Saat di belikan buku
Ketaatan beribadah

Berprilaku syukur
2
22/09/14
ARORA


LUKITO
Setiap ada kegiatan apapun
Selalu bedoa
Memberikan kesempatan
Sembayang pd teman
Berdoa setiap mela
Kukan kegiatan
Toleransi beragama


Nama sekolah        : SD bagimu Negeri
Kelas/semester       : I/Semester 1
Tahun pelajaran     : 2014/2015
NO
WAKTU
NAMA PESRTA
DIDIK
CATATAN
PERILAKU
BUTA SIKAP
1
21/07/14
ARORA


LUKITO
Menemukan uang di lingk
Ungan sekolah dan menge
Mengakui belum membuat
Tugas sekolah
Jujur


2
22/09/14
ARORA


LUKITO
Terlambat datang kesekolah

Selalu datang kesekolah
Tepat waktu
disiplin

                           

1.3  Pengolahan
Hasil penilaian sikap di rekap setiap selesai satu tema oleh guru. Data hasil penilaian tersebut di bahas minimal dua kali dalam satu semester. Pembahasan hasil penilaian akan menghasilkan diskripsi nilai sikap peseta didik. Langkah-langkah untuk membuat diskripsi nilai sikap selama satu semester sebagai berikut :

a.       Guru kelas dan muatan pelajaran mengelompokan atau menandai catatan-catatan sikap peserta didik yang di tulisakan dalam jurnal baik sikap spiritual maupun sikap sosial
b.      Guru kelas membuat rekapitulasi sikap dalam jangka waktu satu semester (jangka waktu bisa di sesuaikan sesuai pertimbangan satuan pendidikan)
c.       Guru kelas mengumpulkan diskripsi singkat dari muatan pelajaran (PJOK dan Agama) dan warga sekolah ( guru ekstrakulikuler, petugas kebersihan dan penjaga sekolah )
Dengan memperhatikan deskripsi sikap spiritual dam sosial dari guru muatan pelajaran, guru kelas menyimpulkan atau merumuskan diskripsi capaian sikap spiritual dan sosial setiap peserta didik.

Di bawah ini di sajikan rambu-rambu rumusan diskripsi nilai sikap selama satu semester :

1.      Diskripsi sikap menggunakan kalimat yan bersifat memotivasi dengan pilihan kata/frasa yang bernada positif. Hindari frasa yang bermakna kontras, misalnya:
...tetapi masih perlu peningkatan dalam…atau…namun masih perlu bimbingan dalamhal…
2.      Diskipsi sikap menyebutkan perkembangan sikap peserta didik yang sangat baik dan/atau baik dan yag mulai sedang berkembang
3.      Apabila peserta didik tidak ada catatan apapun dalam jurnal, sikap peserta didik tesebut di asusmsikan BAIK.
4.      Dengan ditentukan bahwa sikap di kembangkan selama satu semester, diskripsi nilai sikap peserta didik berdasarkan sikap peserta didik pada masa akhir semester. Oleh karna itu sebelum deskripsi sikap akhir semester di rumuskan, guru muatan pelajaran dan guru kelas harus memeriksa jurnal secara keseluruhan hingg akhir semester untuk melihat apakah telah ada catatan yang menunjukan bahwa sikap pserta didik tersebut telah menjadi sangat baik, baik atau mulai berkembang
5.      Apabila peserta didik memiliki catatan sikap kurang baik dalam jurnal dan peserta didik tersebut belum menunjukan adanya perkembangan positif , deskripsi sikap peserta didik tersebut di rapatkan dalam forum dewan guru pada akhir semester